Satu hari sebelum #30HariMenulisPuisi...
Ketika malam telah lewat mataku menangkap satu kalimat dari perempuan sore di twitter. Kalimat tantangan. Tantangan untuk membuat proyek. Proyek dengan judul #30HariMenulisPuisi. Mengapa harus menulis puisi? Karena #MenulisPuisiItuSeksi.
Yaa, menulis puisi itu seksi. Seksi karena aku akan menulis menggunakan anugerah terindah dari Allah. Yaitu, menulis dengan tangan. Bukan mengetik di mesin ketik, komputer, atau laptop.
Search something?
Rabu, 01 Oktober 2014
Selasa, 02 September 2014
Lima Tahun Terakhir: Mengagumi (1)
Mengagumi tak sekadar menyenangkan, tapi selalu menggembirakan. Mengagumi sesuatu yang berbeda memang terasa asing pada awalnya, namun kelak hati akan bisa menyesuaikan frekuensi yang berbeda. Mengagumi sesosok idola. Nah inilah kisahku lima tahun terakhir.
Bertahun-tahun sebelumnya aku terbiasa berbinar-binar saat menatap tubuh jangkung melangkah tegap. Atau menahan nafas ketika melirik hidung mancung nan tegak menarik. Juga tersenyum sambil sembunyi-sembunyi tatkala terpikat kulit putih yang kemerahan terbakar mentari.
Siapakah mereka? Mereka yang tak jauh dari sosok setampan Zvonimir Boban, Pangeran Harry dan Arifin Putra yang pose-pose tergantengnya menyemarakkan ruang penyimpanan laptop.
Bertahun-tahun sebelumnya aku terbiasa berbinar-binar saat menatap tubuh jangkung melangkah tegap. Atau menahan nafas ketika melirik hidung mancung nan tegak menarik. Juga tersenyum sambil sembunyi-sembunyi tatkala terpikat kulit putih yang kemerahan terbakar mentari.
Siapakah mereka? Mereka yang tak jauh dari sosok setampan Zvonimir Boban, Pangeran Harry dan Arifin Putra yang pose-pose tergantengnya menyemarakkan ruang penyimpanan laptop.
Label:
Lima Tahun Terakhir,
Mengagumi,
Refleksi
Minggu, 15 Juni 2014
Halo, Bapak! Hai, Pak!
Halo, Bapak!
Hai, Pak!
Masih akrab kan dengan sapaan itu? Yaa, biasanya sih aku tuliskan saat kita chatting di Facebook.
Bapak, apa kabar hari ini? Lagi baca buku yaa? ^_^
Luangkan waktu sejenak untuk membaca surat ini yaa. Seperti biasa, Bapak pasti menemukan surat ini di blog.
Hari ini, 15 Juni, adalah hari bapak internasional lho! Selamat yaa, Pak. Semoga Bapak selalu gembira dengan guyonan sehari-hari. Bapak memang lucu! Mungkin, kalau masih muda, Bapak bisa menjadi salah satu comica di acara Stand Up Comedy. Atau mungkin juga, bapak bakal membentuk grup lawak. Heheheee.
Hai, Pak!
Masih akrab kan dengan sapaan itu? Yaa, biasanya sih aku tuliskan saat kita chatting di Facebook.
Bapak, apa kabar hari ini? Lagi baca buku yaa? ^_^
Luangkan waktu sejenak untuk membaca surat ini yaa. Seperti biasa, Bapak pasti menemukan surat ini di blog.
Hari ini, 15 Juni, adalah hari bapak internasional lho! Selamat yaa, Pak. Semoga Bapak selalu gembira dengan guyonan sehari-hari. Bapak memang lucu! Mungkin, kalau masih muda, Bapak bisa menjadi salah satu comica di acara Stand Up Comedy. Atau mungkin juga, bapak bakal membentuk grup lawak. Heheheee.
Label:
Bapak,
Kacamata Hidup,
Refleksi,
Surat,
Taiwan
Sabtu, 14 Juni 2014
Pictalogi yang Mudah dan Berkualitas
Aku masih ingat, saat masih SD, aku dan kakak beberapa kali meminjam kamera bapak untuk memotret sana, memotret sini. Kamera itu berwarna hitam. Berbentuk balok persegi panjang. Tidak besar, tidak juga terlalu kecil. Yang pasti, nyaman untuk digenggam anak kecil. Karena ukurannya yang mungil, sepertinya tidak cukup kalau film roll dimasukkan ke dalamnya. Namun kenyataannya, muat saudara-saudara!
Aku kira, itulah kamera paling unik yang pernah aku pegang seumur hidup. Kamera yang sampai sejauh ini aku percayai, hanya bapakkulah yang memilikinya. Kameranya sangat Hasil bidikannya pun asyik dilihat. Dan pastinya, kamera itu menjadi barang koleksi yang berharga.
Aku kira, itulah kamera paling unik yang pernah aku pegang seumur hidup. Kamera yang sampai sejauh ini aku percayai, hanya bapakkulah yang memilikinya. Kameranya sangat Hasil bidikannya pun asyik dilihat. Dan pastinya, kamera itu menjadi barang koleksi yang berharga.
Label:
Jelajah Rempah,
Pictalogi,
Produk Indonesia,
Review
Kamis, 12 Juni 2014
Dadi ngene...Prasojo
Ngene lho, Cah, critane...
Aku iki sik gregeten karo wong sing antik. Kan aku kenal wong lanang tur bagus rupane, anggep ae jenenge Prasojo. Pertama ketemu Prasojo, menurutku wonge biasa ae. Trus pas krungu wonge ngomong, lha dalah, koq logate khas Bali. Sing mesti deweke yoo wong Indonesia. Saka daerah endi? Rahasia! Heheheee...
Aku iki sik gregeten karo wong sing antik. Kan aku kenal wong lanang tur bagus rupane, anggep ae jenenge Prasojo. Pertama ketemu Prasojo, menurutku wonge biasa ae. Trus pas krungu wonge ngomong, lha dalah, koq logate khas Bali. Sing mesti deweke yoo wong Indonesia. Saka daerah endi? Rahasia! Heheheee...
Sabtu, 31 Mei 2014
(Cukup) Alasan Sederhana
Bermula dari gencarnya berita tentang Putri Diana. Berawal dari profil Pangeran Harry yang dimuat di sebuah majalah anak-anak. Bersebab akibat dari kejadian 17 tahun yang lalu....
Sejak itulah aku mengenal sebuah negara. Inggris namanya. Ternyata Inggris adalah sebuah kerajaan. Dan kerajaan pasti punya pangeran. Pangeran yang kece reye-reye dan bisa diharapkan menjadi pasangan di masa depan. Masa depan yang gilang gemilang.
Begitu pikirku waktu itu, waktu masih SD.
Label:
#InggrisGratis,
Refleksi
Surat Kenangan Tiga Belas Tahun Kemudian
Halo, alumni Inggris Gratis!
Saya ingin mengucapkan 'apa kabar?' untuk kalian, untuk kita.
Tak terasa 13 tahun bergulir dengan pesat, sepesat kereta api yang kita tumpangi dari London ke Liverpool. Sesungguhnya 3 jam di dalam kereta api tak dapat dibilang cepat. Hanya saja kita tertidur. Terutama saya, sangat mudah pindah ke alam mimpi. Sayup-sayup saya dengar kalian asyik berceloteh tentang klub bola andalan. Aah saya melewatkan momen itu.
Langganan:
Postingan (Atom)
