Hey, Mr. Endro Catur Nugroho! :)
How's life? It must be good and smooth, isn't it?
Or, is it spicy and tasty?
Well, as time goes by, it's been a year since thirteen of February two thousand and four. Today last year, I completed nine-days voluntourism in Biak, Papua. Voluntourism in the name of The Spice Journey in which you incarnated your vision. I think that it's sort of accountable corporate social responsibility on your side, and of pleasant present on mine :)
Search something?
Tampilkan postingan dengan label Produk Indonesia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Produk Indonesia. Tampilkan semua postingan
Kamis, 12 Februari 2015
Selasa, 10 Februari 2015
Voluntourism di Biak, Papua
Hari ini, sepuluh Februari dua ribu empat belas, satu tahun silam, aku sedang bertandang di sebuah ruang yang dindingnya terang benderang. Warna-warni kuning, biru merah khas klub sepakbola Barcelona, terpampang indah mempesona. Di sanalah anak-anak berhimpun dalam dua rumpun kecil. Tak ada yang melamun, semua tekun menyusun balok-balok. Mereka berkompetisi merangkai balok-balok makin tinggi dan serasi agar sesuai ilustrasi.
Rumpun pertama selesai, berteriak ramai merayakan keunggulan. Rumpun kedua belum usai, tapi tak peduli, mereka tetap bergerak. Anak-anak bersorak suka hati, memberi motivasi. Tersisa beberapa balok lagi. Prak! Balok terbanting. Sedetik mereka bergeming. Sedetik kemudian, senyum sudah tersungging. Walau kecewa karena tak bisa menuntaskan tugas, anak-anak itu tetap antusias. Mereka bergegas mengemasi balok-balok itu.
Rumpun pertama selesai, berteriak ramai merayakan keunggulan. Rumpun kedua belum usai, tapi tak peduli, mereka tetap bergerak. Anak-anak bersorak suka hati, memberi motivasi. Tersisa beberapa balok lagi. Prak! Balok terbanting. Sedetik mereka bergeming. Sedetik kemudian, senyum sudah tersungging. Walau kecewa karena tak bisa menuntaskan tugas, anak-anak itu tetap antusias. Mereka bergegas mengemasi balok-balok itu.
Sabtu, 14 Juni 2014
Pictalogi yang Mudah dan Berkualitas
Aku masih ingat, saat masih SD, aku dan kakak beberapa kali meminjam kamera bapak untuk memotret sana, memotret sini. Kamera itu berwarna hitam. Berbentuk balok persegi panjang. Tidak besar, tidak juga terlalu kecil. Yang pasti, nyaman untuk digenggam anak kecil. Karena ukurannya yang mungil, sepertinya tidak cukup kalau film roll dimasukkan ke dalamnya. Namun kenyataannya, muat saudara-saudara!
Aku kira, itulah kamera paling unik yang pernah aku pegang seumur hidup. Kamera yang sampai sejauh ini aku percayai, hanya bapakkulah yang memilikinya. Kameranya sangat Hasil bidikannya pun asyik dilihat. Dan pastinya, kamera itu menjadi barang koleksi yang berharga.
Aku kira, itulah kamera paling unik yang pernah aku pegang seumur hidup. Kamera yang sampai sejauh ini aku percayai, hanya bapakkulah yang memilikinya. Kameranya sangat Hasil bidikannya pun asyik dilihat. Dan pastinya, kamera itu menjadi barang koleksi yang berharga.
Label:
Jelajah Rempah,
Pictalogi,
Produk Indonesia,
Review
Kamis, 22 Mei 2014
Travel Gear Yang Serenyah Rempah-Rempah
Pasti seluruh dunia berprasangka kalau aku penggemar fanatik produk Indonesia. Pasti banyak orang mengira aku demen banget sama produk dalam negeri. Dan, pastilah mereka itu benar!
Ya, aku memang bangga dengan produk kreatif Indonesia. Bukan sekadar bangga, orang-orang di sekitar pastilah paham juga kalau aku suka pamer sekaligus jadi bintang iklan produk-produk buatan tangan-tangan lembut dari manusia yang lahir, tumbuh dan akhirnya berkembang biak di ibu pertiwi ini. Juga, aku selalu menyempatkan diri mampir dan nongkrong jika di sekitar tempat tinggalku ada pameran produksi Indonesia.
Label:
Produk Indonesia,
Review,
Traveling
Langganan:
Postingan (Atom)