Selamat sore, ibu guru Rizki Nawang :)
Saya membaca surat ibu guru untuk sang murid, James Krisnanda. Surat dari nusantara untuk yang di luar nusantara. Saya tertawa saja. Bahagia, karena saya juga pernah ditelepon pria sederhana yang sedang jauh di sana. Bukan di negeri Tirai Bambu, tapi dia ada di negeri Paman Sam. Saya sendiri sekarang di negeri Formosa.
Memang senang ya, jika seseorang yang bukan siapa-siapa menyapa kita, tanpa disangka-sangka. Seseorang yang ternyata memandang kita dari jauh. Memandang dengan hatinya.
Search something?
Tampilkan postingan dengan label Kehidupan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kehidupan. Tampilkan semua postingan
Kamis, 26 Februari 2015
Sabtu, 14 Februari 2015
Long Time No See Us
Dear Mas Hahan,
Hmm, long time no see us :)
No, I don't mean to make us fall in love as we did in the past. Or, vice versa. In this valentine's day, I really feel like lifting up zillion thanks for the love we ever shared and the forgiveness we ever exchanged. Since the first time I did appreciate how we express our love, as I celebrated our deal to not be boy/girl-friend anymore. It's more than ten years ago, right?
Hmm, long time no see us :)
No, I don't mean to make us fall in love as we did in the past. Or, vice versa. In this valentine's day, I really feel like lifting up zillion thanks for the love we ever shared and the forgiveness we ever exchanged. Since the first time I did appreciate how we express our love, as I celebrated our deal to not be boy/girl-friend anymore. It's more than ten years ago, right?
Minggu, 08 Februari 2015
Bersama Manik Uni, Kelana Sepeda
Halo, Mbak Manik Uni! Selamat pagi.
Gigi sudah sehat dua puluh empat karat, yaa? Sudahkah berencana menyantap bebek goreng lagi bareng Clareta? Bebek goreng di dekat rumahku itu. Tempat kita bertiga makan malam bersama sebelum aku kembali lagi merantau di sebuah tanah asing. Tanah Formosa sebutannya. Tenang saja, aku tidak terasing, ataupun diasingkan.
Sekarang aku sedang di Formosa, engkau di Jawa. Aku mendiami Keelung, engkau di Blitar. Aku belajar, engkau bekerja. Aku yang menggagas surat, dan engkaulah yang mendapat. Jangan lupa, nanti ada seorang perempuan muda yang akan membaca & mengirimkan ini. Namanya Iit Sibarani :)
Gigi sudah sehat dua puluh empat karat, yaa? Sudahkah berencana menyantap bebek goreng lagi bareng Clareta? Bebek goreng di dekat rumahku itu. Tempat kita bertiga makan malam bersama sebelum aku kembali lagi merantau di sebuah tanah asing. Tanah Formosa sebutannya. Tenang saja, aku tidak terasing, ataupun diasingkan.
Sekarang aku sedang di Formosa, engkau di Jawa. Aku mendiami Keelung, engkau di Blitar. Aku belajar, engkau bekerja. Aku yang menggagas surat, dan engkaulah yang mendapat. Jangan lupa, nanti ada seorang perempuan muda yang akan membaca & mengirimkan ini. Namanya Iit Sibarani :)
Jumat, 10 Oktober 2014
#30HariMenulisPuisi: Hari 8
Lalu lintas, olahraga, kantor, negara dipenuhi simbol-simbol yang sarat makna. Begitulah kehidupan. Namun hidup juga tersusun dari berbagai kepingan. Apa sajakah itu? Mari kita renungkan...
![]() |
Sayangnya mereka pedas, bukan manis... -uopoiki- |
Kamis, 09 Oktober 2014
#30HariMenulisPuisi: Hari 7
Hai, apa kabar? Bagaimana tentang segala sesuatu yang terjadi dalam hidupmu? Kata-kata 'terjadilah' sangat manjur kan? :)))
Yuuk, sekarang kita bicara tentang simbol.
Yuuk, sekarang kita bicara tentang simbol.
Berempat, bertiga, berdua, bertiga, dan bertiga... -uopoiki- |
Selasa, 07 Oktober 2014
#30HariMenulisPuisi: Hari 5
Bagaimana rasanya bergumul dengan kenangan? Beragam, bermacam-macam, beraneka bayangan remuk redam di tiap sudut budi dan hati. Dan, apakah kau sudah menjawab pertanyaan-pertanyaan ini?
Tak usah lah kau jawab, karena sekarang saatnya mencari tanya...
Tak usah lah kau jawab, karena sekarang saatnya mencari tanya...
![]() |
Yakinlah bahwa hidup selalu ada selamanya... -uopoiki- |
Langganan:
Postingan (Atom)