Search something?

Kamis, 22 Mei 2014

Travel Gear Yang Serenyah Rempah-Rempah

Pasti seluruh dunia berprasangka kalau aku penggemar fanatik produk Indonesia. Pasti banyak orang mengira aku demen banget sama produk dalam negeri. Dan, pastilah mereka itu benar!

Ya, aku memang bangga dengan produk kreatif Indonesia. Bukan sekadar bangga, orang-orang di sekitar pastilah paham juga kalau aku suka pamer sekaligus jadi bintang iklan produk-produk buatan tangan-tangan lembut dari manusia yang lahir, tumbuh dan akhirnya berkembang biak di ibu pertiwi ini. Juga, aku selalu menyempatkan diri mampir dan nongkrong jika di sekitar tempat tinggalku ada pameran produksi Indonesia.

Sabtu, 17 Mei 2014

Three Visible Signs

All I knew was that I would take a short trip to Kampung Anyar. It is a remote area belong to one of the small city in Indonesia. Literally, kampung means village; meanwhile anyar stands for new. Yes, it’s a new village of its time. Now, it’s not truly new. But, every time I visit Kampung Anyar, I always see at least a new spot.






Kamis, 15 Mei 2014

First Friendship in Formosa

The first twenty four hours is the most important time when someone coming to the other country as foreigner. The first is the longest. My first experiences of friendship in Taiwan is the longest memory I remember.

First time in Formosa. It was in Taoyuan International Airport. My fellow citizen picked me up then brought me safely to dormitory. It sounds nothing special. Yes. But that moment I believe I will never walk alone. Knowing that someone from the same country is here to help. That moment, that is it! In the sequel, my fellow citizens and I walked together on International Cultural Week held by my university. All together we perform the poco-poco dance. That moment I believe the togetherness with fellow citizens will dance my life here. That is it! Just like poco-poco dance which is well-known as a popular and cheerful dance, likewise my friendship with fellow citizens in Formosa. It adds joy to my life.


Rabu, 30 April 2014

Ini Dufan Kami: Petualangan Yang Belum Tamat

Suatu siang pada saat jam istirahat, dua puluh tahun yang lalu, aku dan teman-teman sekelas mengobrol tentang rencana liburan. Sebuah obrolan yang dari meluncur dari mulut anak-anak kelas 2 di sekolah dasar. Yosep, seorang temanku yang berasal dari Jakarta, bercerita tentang pengalamannya di Dufan. Waktu itu, sebagai anak yang sejak dalam kandungan tinggal di kota Blitar, aku tak pernah dengar apa itu Dufan. Dengan keyakinan bulat dan tulus, Yosep berucap bahwa liburan di Dufan itu sangat menyenangkan. It is so much fun, a never ending fun. Yes, that was what he said to me and my classmates.

Sampai di rumah, buru-buru aku bertanya kepada ibuku.

Aku: 'Buk, pernah ke Jakarta? Pernah ke Dufan?'
Ibu: 'Ooo Dufan itu Dunia Fantasi. Di sana ada banyak permainan. Bisa naik-naik, gitu. Trus ada Istana Boneka. Banyak boneka, bisa gerak-gerak.'
Aku: 'Wah, bagus yaa? Kapan aku bisa ke sana? Temanku sudah ke sana...'



Istana Boneka Dufan
(Boneka bisa bergerak, begitu kata ibuku.)


Sabtu, 26 April 2014

#ExploreIndonesia: (Rencana) Piknik Keluarga

Piknik keluarga, terakhir kali kapan yaa? Piknik yang benar-benar piknik. Piknik yang lengkap ada ibu, bapak, anak. Piknik yang asyik. Hmm...kapan?

Jika pergi bersama keluarga, kenangan paling baru tentu saja saat mereka mengantarkanku ke Bandara Juanda para 1 September 2013. Yaa, saat itu aku akan melancong ke sebuah negeri bernama Formosa. Tidak banyak kata terucap. Tidak banyak waktu yang dihabiskan. Tidak banyak air mata mengalir. Hanya beberapa salam, senyum, dan rasa haru yang mengiringi langkahku pergi keluar negeri untuk pertama kalinya. Aahh, dadaku bergetar mengingatnya!


Sebelumnya, pertengahan tahun 2012 aku dan keluarga sempat ke Jember. Bukan hanya keluarga inti, tapi juga termasuk kakek, bibi, paman, sepupu, keponakan, dan nenek! Keluarga besar, atau keluarga lebar? Kami punya 1 tujuan: ikut mejeng bersama di pernikahan Selly & Adi. Kami tidak sempat menginap di Jember. Tidak pula berkesempatan menyaksikan Jember Fashion Carnival yg saat itu digelar tepat dengan tanggal pernikahan Selly & Adi. Sedih sekali! Tak mengapa, yang penting saat itu kami bisa berkumpul.



Rabu, 23 April 2014

Postcards from Formosa: Final Exam Edition

Dear my dearest friends who have battled in final exam,
Dear the four of you whose time dedicated to be altar servers,
Dear to whom I may concern...

The day I write this blog is the book day. You know, for the last 12 years you must have so so many books. But, what does it mean? Here is I will rewrite four quotes about book.

*So many books, so little time. (by FRANK ZAPPA)

Senin, 21 April 2014

Pos! Kartu Pos Pertama dari Formosa

Mengirim kartu pos, aktivitas yang baru ku lakukan beberapa minggu terakhir. Tepatnya, mulai Maret 2014 pas aku lagi sibuk-sibuknya belajar menulis karakter mandarin tradisional. Sebelumnya, pada masa-masa kebimbangan, pernah terpikir untuk berkabar lewat tapi kartu pos, namun terkesan kuno. Yah, itu hanya melintas, cuma sebersit keinginan yang tak kunjung terwujud.

Bertualang di negeri rantau, mungkin itu yang mendorongku untuk memelihara ikatan pertemanan, persaudaraan, dan persekutuan (?) dengan para kolega di tanah air Indonesia. Menjaga tali silaturahmi lewat media kartupos. Dan, saya adalah seorang yang bangga menggunakan jasa pos. Jasa pak pos!